Indonesiasebagai bangsa yang plural dan ragam kebudayaannya mampu menarik perhatian dunia, salah satu warisan budaya tersebut adalah batik. Kesenian batik merupakan seni membuat motif desain berupa gambar diatas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan bagi keluarga raja-raja jaman dahulu.
Wayang konon berasal dari kata "bayang" atau "ayang-ayang” Jawa yang kurang lebih bermakna bayangan, image, gambar, gambaran, atau imajinasi. Wayang memang sebuah bayangan, gambaran, imajinasi, perlambang, atau simbol atas lika-liku kehidupan nyata umat manusia yang sangat warna-warni. Karakter tokoh-tokoh wayang yang beraneka ragam keras-lunak, pendendam-pemaaf, pemarah-penyabar, licik-jujur, beringas-sopan, dlsb merupakan gambaran atau perlambang karakter manusia di dunia nyata. Karakter wayang yang saya sukai adalah Ontoseno atau Antasena salah satu putra Bimasena yang mendapat julukan "Ksatria edan sakti mandraguna" "ksatria gila tetapi sakti tanpa tanding”. Ia adalah sosok yang ceplas-ceplos, ngomongnya ngoko bahasa Jawa kasar tidak bisa bahasa Jawa halus kerama inggil seperti saudara-saudaranya Gatutkaca dan Ontorejo. Tetapi ia memiliki pribadi dan jiwa yang kuat, jujur, ksatria, sakti, dan pemberani membela kebenaran dan melawan keangkaramurkaan siapapun pelakunya. Wayang di Mancanegara Pertunjukan wayang ini sudah sangat klasik dan menjadi bagian dari tradisi dan budaya berbagai masyarakat dan suku-bangsa di dunia, bukan hanya Indonesia. Selain Indonesia, negara-negara yang cukup akrab dengan dunia seni pertunjukan wayang adalah India, Cina, Mesir, Turki, Nepal, Kamboja, Thailand, Perancis, Yunani, dlsb. Di Yunani, seni wayang ini disebut karagiozis, sedangkan di Turki disebut karagoz dan hacivat atau hacivad. Seni pertunjukan wayang di Turki dipopulerkan oleh rezim Dinasti Turki Usmani Ottoman, yang didirikan oleh Usman Gazi di akhir abad ke-13 M. Pemerintah Turki Usmani dulu menggunakan seni pertunjukkan wayang di seluruh kekuasaannya, termasuk kawasan Timur Tengah dan Yunani. Para elit Muslim rezim Turki Usmani menggunakan wayang sebagai medium untuk mengsosialisasikan program-program pemerintah maupun alat komunikasi dan berinteraksi dengan warga, selain sebagai "hiburan rakyat" tentunya. Sosok "karagoz" melambangkan "kelas bawah""wong cilik" sedangkan "hacivat" menggambarkan "kelas atas" dan "golongan terdidik" "wong gede". Dalam konteks seni wayang kulit Indonesia, sosok "karagoz” ini seperti rombongan "punakawan”, sementara karakter "hacivat” seperti para kesatria dari Amarta atau Alengka. Karena Mesir dulu pernah menjadi daerah kekuasaan Turki Usmani, seni wayang pun ikut-ikutan populer di negeri Piramida ini. Di Mesir, sosok atau karakter "karagoz” disebut "aragoz” yang masih dimainkan hingga kini. Aragoz, yang selalu mengenakan topi khas warna merah disebut "tartour”, merupakan lambang rakyat kecil dan selalu melontarkan kritik-kritik sosial yang cerdas dan bernas dengan gaya banyolan ala Abu Nawas di Abad Pertengahan Islam. Turki Usmani bukan satu-satunya agen yang memperkenalkan seni wayang di Mesir. Dinasti Fatimiyah, di abad ke-10 M, dikabarkan juga memperkenalkan seni wayang. Bahkan sebagian sumber menyebut seni wayang sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Muhammad Ibnu Daniel al-Mousilli di abad ke-13 M, pernah menulis dan mendokumentasikan sejarah seni pertunjukan wayang di Mesir dan Timur Tengah pada umumnya dalam sejumlah kitabnya seperti Taif al-Khayal, Ajib wa Gharib, dan al-Moutayyam. Untuk melestarikan seni wayang ini, pemerintah Mesir bahkan sampai mengirim sejumlah seniman untuk belajar seni pertunjukan wayang di berbagai negara. Di antara mereka adalah Salah Al-Saqa, Ibrahim Salem, Mustafa Kamal, Ahmad Al-Matini, Kariman Fahmi, dlsb. Jenis dan Asal-Usul Wayang di Indonesia Jika di Mesir jenis wayang yang populer adalah wayang golek terbuat dari kayu, di Indonesia ada cukup banyak jenis wayang, baik yang populer maupun bukan. Selain wayang golek, ada wayang kulit, wayang klitik, wayang orang, wayang potehi yang ini berasal dari Tiongkok, wayang suket wayang ini dipopulerkan oleh almarhum Ki Slamet Gundono, wayang menak, wayang cupak, wayang gedog/wayang topeng, wayang beber, wayang sadat, wayang wahyu, dlsb. Dari sekian banyak jenis wayang tersebut, tiga di antaranya, yaitu wayang kulit, wayang golek, dan wayang klitik mendapat predikat sebagai "Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity”. Predikat ini diberikan oleh UNESCO pada tahun 2003. Dengan anugerah atau predikat ini, UNESCO memberi "mandat” pada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memelihara, melestarikan, dan bahkan mengembangkan dan memajukan tradisi dan seni adiluhung ini. Ada sejumlah pendapat tentang asal-usul wayang di Indonesia, khususnya untuk jenis wayang kulit. Ada yang menyebut dipengaruhi oleh kebudayaan India tetapi ada pula yang mengatakan bahwa seni wayang kulit ini merupakan bagian dari "local genius” leluhur Nusantara, khususnya Jawa pendapat ini dikemukakan oleh beberapa sejarawan Belanda seperti Hazeu dan Brandes. Dari manapun asal mulanya, pertunjukan seni wayang sudah cukup tua di Nusantara. Misalnya, sekitar abad 9 M, ditemukan Inskripsi Jaha, dikeluarkan oleh Maharaja Sri Lokapala dari Kerajaan Medang di Jawa Tengah, yang menyebutkan tentang sejumlah pertunjukan seni, termasuk perwayangan. Kemudian pada abad ke-10 M ditemukan sebuah inskripsi "Si Galigi Mawayang" yang berarti "Tuan Galigi Bermain Wayang”. Sudah tentu, khususnya dalam seni wayang kulit, kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana ala India menjadi salah satu tema populer dalam seni perwayangan di Indonesia. Tetapi dalam perkembangannya, sumber inspirasi pertunjukkan seni wayang itu sangat kaya dan beraneka ragam, bukan hanya dipengaruhi oleh cerita-cerita ala Hindu India saja tetapi juga dari sumber-sumber lain, misalnya, Serat Menak, sejarah keislaman, dan kisah-kisah kehidupan manusia sehari-hari. Tokoh-tokoh wayang pun beraneka ragam dan banyak yang berciri khas lokal Nusantara. Serat Menak tidak jelas siapa penulisnya dan kapan terbitnya tetapi populer di Jawa dan Lombok adalah sebuah karya sastra fiksi agung yang konon diinspirasi oleh karya sastra Melayu, Hikayat Amir Hamzah yang merupakan terjemahan dari sebuah karya sastra yang ditulis di zaman Khalifah Harun al-Rasyid w. 809 di abad ke-8/9 M. Iklan Yang dimaksud dengan Amir Hamzah atau Raja Hamzah dalam Serat Menak dan Hikayat Amir Hamzah adalah Hamzah bin Abdul Muttalib w. 625, salah seorang paman Nabi Muhammad w. 632 yang gagah perkasa dalam membela dan menyebarkan Islam di abad ke-7 M. Dari cerita Serat Menak inilah kemudian lahir sejumlah jenis wayang seperti wayang golek menak atau wayang orang menak, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat, yang isi atau alur ceritanya menggambarkan lika-liku dakwah Islam dan perjuangan menegakkan masyarakat bermoral seperti yang dilakukan oleh "Amir Hamzah”. Wayang Bukan Hanya Sebagai Tontonan Tapi Juga Tuntunan Karena wayang dianggap sebagai tradisi positif serta medium yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral ke masyarakat, maka para ulama dan Walisongo dulu, elit Muslim Turki Usmani, raja-raja Islam Jawa, dlsb ikut mempraktekkan dan memopulerkan seni wayang ini. Dengan kata lain, oleh mereka, wayang bukan hanya sebagai "tontonan” atau hiburan masyarakat saja tetapi juga "tuntunan” atau pedoman hidup agar masyarakat menjadi lebih baik, mulia, bermoral, dan bermartabat. Saya sendiri adalah penggemar berat wayang, khususnya wayang kulit. Saya juga suka dengan wayang golek. Beberapa dalang favorit saya adalah Ki Nartosabdo, Ki Hadi Sugito, Ki Timbul Hadi Prayitno, Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, Ki Sugino Siswocarito, dan Ki Seno Nugroho. Untuk wayang golek, Ki Asep Sunarya Jawa Barat dan Ki Rohim Jawa Tengah adalah "dalang idola” saya. Sayang, sebagain besar dalang senior dan sepuh yang piawai sudah almarhum. Dalang piawai yang masih tergolong muda seperti Ki Seno Nugroho dan Ki Enthus Susmono juga sudah meninggal. Meskipun begitu saya melihat di YouTube ada sejumlah dalang muda yang sangat berbakat seperti Ki MPP Bayu Aji Pamungkas putra Ki Anom Suroto atau Ki Sigit Ariyanto. Ada lagi sejumlah "dalang cilik” seperti Ki Yusuf Ansari. Ini tentu cukup menggembirakan. Islam, Seni, dan Budaya Almarhum KH Abdurrahman Wahid Gus Dur pernah mengatakan kalau Islam hadir bukan untuk "mengislamankan tradisi dan budaya lokal" tetapi untuk "memberi nilai" atas tradisi dan budaya setempat itu agar tidak melenceng dari nilai-nilai dan norma-norma keislaman dan kesusilaan. Jika tradisi dan budaya lokal itu sudah sangat baik, positif, bernilai, dan bermoral, serta bermanfaat untuk masyarakat banyak, maka Islam tidak mempermasalahkannya, dan bahkan turut memelihara dan menyerapnya karena memang "sudah Islami". Itulah yang dilakukan oleh Walisongo, para ulama NU, dan tokoh-tokoh muslim lainnya di Nusantara, dulu maupun kini. Mereka tidak mempermasalahkan wayang karena dianggap sebagai tradisi positif. Gus Dur bahkan salah satu tokoh muslim yang menjadi penggemar berat wayang dan sering menonton wayang maupun menanggap dalang-dalang legendaris. Bagi saya, wayang bukan hanya penting untuk dilestarikan tetapi juga penting untuk dikembangbiakkan sebagai sarana tontonan yang menghibur dan medium tuntunan yang bermanfaat. Kalau wayang diharamkan karena dianggap sebagai warisan sejarah dan tradisi/budaya pra-Islam, bukankah banyak sekali apa yang umat Islam kini "klaim" sebagai "ajaran, tradisi, atau budaya Islam" itu sebetulnya dan sesungguhnya berasal dari tradisi dan kebudayaan pra-Islam seperti dari tradisi/budaya Yahudi, Persi, Arab, Nabatea, dlsb? Beragama, termasuk berislam, tidak cukup hanya dengan berbekal dalil teks ini-itu ayat, hadis, qaul/perkataan ulama tetapi juga perlu bekal wawasan sosial-kesejarahan, ilmu pengetahuan, serta kedewasaan berpikir agar lebih arif dan bijak dalam menyikapi pluralitas dan kompleksitas femonena sosial yang terjadi di masyarakat. Sumanto Al Qurtuby Pendiri dan Direktur Nusantara Institute; Pengajar King Fahd University of Petroleum & Minerals, anggota Dewan Penasehat Asosiasi Antropologi Indonesia Pengda Jawa Tengah *Setiap tulisan yang dimuat dalam DWNesia menjadi tanggung jawab penulis. Budayabangsa merupakan suatu adat istiadat, norma, nilai, tatanan dan sebuah sistem yang merupakan hasil karya anak bangsa. Hasil karya anak bangsa ini secara turun temurun dijalankan sebagai bagian dari tradisi masyarakat. Ada beberapa aspek yang sekaligus menjadi alasan mengapa kita harus melestarikan budaya bangsa, dan pada kesempatan kali WAYANG kulit merupakan salah satu aset budaya bangsa. Karena itu, seni tradisional warisan leluhur ini perlu dikembangkan dan dilestarikan. "Wayang kulit menjadi hiburan tradisional yang hingga saat ini masih sangat digemari warga masyarakat khususnya di Jawa Tengah," ungkap Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Mulyani, pada pergelaran wayang kulit semalam untuk di Balai Desa Nglinggi, Klaten Selatan, Senin 15/8 malam. Pentas wayang kulit oleh dalang Ki Mulyono PW dengan lakon Begawan Sabdowolo itu dielar dalam rangka HUT ke-77 RI dan Hari Jadi ke-218 Kota Klaten. "Kita patut bersyukur wayang kulit tetap eksis sampai sekarang. Karena itu, kewajiban kita bersama untuk terus mengembangkan dan melestarikannya," tambahnya. Untuk itu, Bupati berharap seni tradisional wayang kulit tidak terkikis budaya asing di era globalisasi. Maka, upaya nguri-uri budaya jawi ini sangat penting. Sri Mulyani mengajak kepada semua pihak, khususnya generasi muda untuk menjunjung tinggi seni budaya tradisional warisan leluhur tersebut. "Pergelaran wayang kulit itu penuh dengan muatan atau nilai tontonan, tuntunan, dan tatanan hidup dalam masyarakat." Pentas wayang kulit di Balai Desa Nglinggi juga dihadiri anggota DPRD Jateng Anton Lami Suhadi, Pj Sekda J Prihono, Forkopimda, dan ribuan penonton. Penonton pergelaran wayang kulit malam itu terhibur, terlebih dengan dihadirkannya Duo Sinden Apri-Mimin dan Sinden Ngetren Elisha Orcharus. Menurut Kades Nglinggi, Sugeng Mulyadi, pentas wayang kulit itu untuk hiburan masyarakat. Karena, sudah dua tahun di masa pandemi tidak ada pertujunkan wayang kulit. "Dalam pentas wayang kulit malam ini kami juga menyiapkan hadiah, seperti sepeda, kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan hadiah menarik lainnya," ujarnya. N-2 Sebagaisalah satu kota budaya di Indonesia, Kota Bandung memiliki potensi budaya olahraga tradisional yang kini harus terus dilestarikan. Salah satunya adalah gulat tradisional bernama Benjang, yang sudah ada sejak abad ke 19 atau sekitar 300 tahun yang lalu.Benjang ini tercipta akibat keterbatasan masyarakat Bandung, yang tidak diperbolehkan melakukan aktivitas adu kekuatan fisik pada jaman Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saya awali tulisan ini dengan peribahasa yang barang tentu tidak asing lagi di telinga kita, menjadi kata-kata yang selalu diulang-ulang ketika seorang guru sejarah mendidik murid-muridnya, kurang lebih seperti ini pepatahnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Saya pribadi mengakui jika memang benar harus seperti itu, saya sepakat karena tidak mungkin suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang maju, bangsa yang besar, yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia tanpa ia mengenali, memahami, bahkan mengambil pelajaran dari sejarah bangsanya sendiri. Dewasa ini mari kita tegaskan jika di zaman sekarang bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melanjutkan kejayaan bangsanya seperti apa yang dicita-citakan para pendahulunya, bukan hanya sekedar menghargai tapi melakukan aksi nyata. Bung Karno pun sang proklamator kemerdekaan republik ini pernah berkata jika bangsa Indonesia jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah atau biasa kita kenal dengan istilah jasmerah. Pembelajaran sejarah sendiri sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar secara tematik, kemudian secara terpadu menjadi ilmu pengetahuan sosial di sekolah menengah pertama, dan menjadi mata pelajaran khusus di sekolah menengah atas. Pelajaran sejarah dari zaman ke zaman mengalami tantangan yang saya anggap semakin berat. Image sejarah yang membosankan, ngantuk, gagal move on dan hal-hal negatif lainnya menjadi stigma yang melekat di sebagian besar siswa kita. Oleh karena itu dibutuhkan pengemasan pembelajaran sejarah yang menyenangkan, dekat dengan siswa, dan tentunya membuat siswa tergugah untuk peduli akan sejarahnya. Pembelajaran sejarah sendiri tentunya bisa kita lakukan tidak hanya di dalam kelas saja, karena kalau kita hanya terpaku di dalam kelas tentunya siswa akan merasa jika sejarah hanya berbicara tetang ceramah, tentang buku-buku tebal, dan tentang peristiwa yang sudah pasti tidak pernah mereka ketahui bahkan mereka alami. Sehingga model pembelajaran di luar kelas bisa digunakan sebagai solusi dari problema yang mengemuka tersebut. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai 2013, hlm. 208 jika guru dan siswa bisa mempelajari keadaan sebenarnya di luar kelas dengan menghadapkan para siswa kepada lingkungan aktual untuk dipelajari, diamati dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar, maka pembelajaran akan lebih mudah dipahami. Pembelajaran sejarah di luar kelas akan lebih konkret apabila siswa diajak untuk melakukan site tours ke situs-situs bersejarah di daerahnya. Berkunjung ke tempat bersejarah atau melihat langsung benda-benda tinggalan purbakala yang disebut cagar budaya. Dalam UU No. 11 Tahun 2010 disebutkan bahwa cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan yang melalui proses penetapan nasional sedikitnya ada 13 warisan milik Indonesia yang telah dicatat UNESCO menjadi Warisan Dunia The World Heritage. Ke-13 warisan itu dikelompokkan dalam tiga kategori berbeda, yaitu warisan alam, cagar alam atau situs, dan karya tak benda. 1 2 3 4 5 Lihat Sosbud Selengkapnya
WayangAdalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Pertunjukan wayang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda, sehingga dikhawatirkan wayang tidak dikenal lagi di masyarakat Indonesia. Upaya pelestarian warisan budaya yang sesuai informasi tersebut adalah? mengajarkan wayang pada mata pelajaran bahasa Jawa; membuat
kak jawab dgn benar n cara yapilhan gandanya digambar pertanyaan wayang adl warisan budaya bangsa - Wayang Kulit Seni Berkelas Yang Perlu dilestarikan - Onlinekoe Wayang Kulit Seni Berkelas Yang Perlu Dilestarikan - MutiaraindoTV Wayang Kulit Seni Berkelas Yang Perlu Dilestarikan - MutiaraindoTV Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Pertunjukan wayang saat ini - Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang… Google Bantu Pelestarian Kebudayaan Wayang Lewat Teknologi Wayang Kulit, Seni Berkelas Yang Harus Dilestarikan Kodam IV/Diponegoro 5 Fakta Wayang Kulit, Warisan Mahakarya Indonesia yang Mendunia Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang… Wayang Kulit, Seni Berkelas Yang Harus Dilestarikan - Suara Media PDF UPAYA MENCEGAH HILANGNYA WAYANG KULIT SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA WARISAN BUDAYA BANGSA Membentuk Karakter Bangsa Lewat Cerita Wayang - Unair News Lestarikan Wayang Sebagai Warisan Budaya Bangsa Inilah 10 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Internasional Melestarikan Kesenian Wayang Kulit Ila Rizky Jenis Budaya Indonesia 5 Jenis Warisan Budaya Indonesia Wayang Bentuk Hiburan Rakyat yang Harus Dilestarikan - Wayang, Kesenian Mendongeng Kuno Kini Dilestarikan secara Digital - Lifestyle Inilah Sederet Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO Bertandang ke Museum Wayang dalam Satu Klik Google Arts & Culture Hadirkan Koleksi Digital 106 Wayang – Skyegrid Media Mengapa Hari Wayang Nasional Jatuh pada 7 November? Simak Alasannya - Google Bantu Pelestarian Kebudayaan Wayang Lewat Teknologi Wayang Kulit dan Jalan Agar Terus Lestari SURAKARTA DAILY Wayang adalah salah satu contoh warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan, petunjukkan - Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang… Ini yang Mesti Dilakukan Generasi Milenial terhadap Warisan Budaya Bangsa Indonesia - Batik Sebagai Warisan Budaya Yang Perlu Dilestarikan. – Wartaindonews Wayang Kulit - Pengertian, Lakon & Sejarah Perkembangan Wayang Kulit 5 Jenis Wayang Kulit yang Populer di Indonesia gwslurid Instagram posts - Warisan Budaya Asli Indonesia yang Diakui UNESCO Selain Borobudur 5 Fakta Wayang Kulit, Warisan Mahakarya Indonesia yang Mendunia Keris Sebagai Identitas Budaya Nasional Patut Dilestarikan - News Lestarikan Wayang Sebagai Warisan Budaya Bangsa 5 Jenis Wayang Kulit yang Populer di Indonesia Nilai-Nilai Budi Pekerti Dalam Wayang - BAWARASA Warisan Budaya Asli Indonesia yang Diakui UNESCO Selain Borobudur 5 Fakta Wayang Kulit, Warisan Mahakarya Indonesia yang Mendunia Cara Melestarikan Budaya Indonesia Sejarah Wayang Kulit Sebuah Kesenian Luhur Di Indonesia - EduGoEdu 18 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO, dari Silat sampai Lumpia Untitled Upaya Melestarikan Budaya Bangsa PDF 5 Jenis Wayang Kulit yang Populer di Indonesia 10 Daftar Budaya Indonesia yang Mendunia dan Wajib Kita Lestarikan Seminar Arsitektur RA. 091372 bantuu jawabb iniii jugaaa - Warisan Budaya Asli Indonesia yang Diakui UNESCO Selain Borobudur Kenali Wayang Lewat Google Arts & Culture - Lifestyle Wayang Budaya Asli Indonesia yang Harus Dilestarikan - Jateng Pos KHASANAH BUDAYA INDONESIA the beauty of indonesia Wayang Merupakan Karya Bangsa Indonesia yang Menjadi Warisan Budaya Dunia - Inilah 10 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Internasional 8 Warisan Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Malaysia - Citizen6 Album Wayang Indonesia Anoman – gaya Surakarta Monkey art, Shadow puppets, Art dolls BPNB Jabar Gelar Wayang Kulit di Taman Budaya Lampung - Kabar24 Masyarakat Bisa Memanfaatkan Teknologi Digital untuk… 5 Fakta Wayang Kulit, Warisan Mahakarya Indonesia yang Mendunia Angely Oktavia Pentingnya Mengenal & Melestarikan Budaya Indonesia Indonesia Optimistis Silat Jadi Warisan Budaya Dunia Unesco Macam-Macam Motif Batik Nusantara yang Perlu Diketahui dan Dilestarikan SENI BUDAYA INDONESIA YANG MENDUNIA Berita Lembaga Budaya 5 Fakta Wayang Kulit, Warisan Mahakarya Indonesia yang Mendunia Inilah 10 Warisan Budaya Indonesia yang Diakui Internasional Merayakan 62 Tahun Universitas Airlangga dengan Wayang Moment Siraman Pusaka Gong Kyai Pradah, Cermin Kebhinekaan Yang Wajib Dilestarikan - Megapolitan Pos Warisan Budaya Indonesia Kembali Diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia – KWRI UNESCO Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO Cara Melestarikan Budaya Indonesia Wow! Ternyata 5 Warisan Budaya Indonesia Ini Sudah Mendunia Loh! - Tokopedia Blog Lestarikan Budaya Indonesia Lewat Wayang Orang Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu wayang saat ini - Budaya Indonesia yang Diakui Unesco Pengertian, Unsurnya Kunjungi Museum Wayang secara Digital Lewat Google Arts & Culture - Tekno Budaya Jawa Wajib Dilestarikan – DPRD JATENG SIPLah WAYANG SEBAGAI WARISAN BUDAYA DUNIA Sertifikat Keris, Wayang dan Batik dari UNESCO Diserahkan ke Menko Kesra Berita Surabaya Lestarikan Wayang Orang Sebagai Warisan Budaya Budaya Identitas Bangsa yang Harus Dihormati, Dijaga dan Dilestarikan – Pakuan Pos Memaknai Batik sebagai Budaya Warisan Manusia Wayang adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu wayang saat ini - Bangga Kenakan Batik, Puan Warisan Budaya yang Harus Dilestarikan – PDI Perjuangan Jawa Timur Keris,Warisan Leluhur Yang Harus Dijaga Kelestariannya - Kabar Jawa Timur Berbagi Cerita Keunikan Budaya Bangsa ke Generasi Berikutnya Lewat Teknologi Digital - Berita Senator Wayang Kulit Betawi Satu Bagian Budaya Harus Dilestarikan Google Arts & Culture Hadirkan Koleksi Digital 106 Wayang – Skyegrid Media 9 Jenis Permainan Tradisional Indonesia yang Perlu Dilestarikan Djarum Foundation “Arjuna Galau” Eksplorasi Keindahan Seni Tradisi Google Bantu Pelestarian Kebudayaan Wayang Lewat Teknologi 092816 AKJ 2009 12 04 News Reader WAJIB DIJAGA DAN DILESTARIKAN, BERIKUT BUDAYA INDONESIA YANG MENDUNIA – Prestasi Kita Seni Budaya Wajib Dilestarikan Warisan Budaya dunia asal Indonesia yang diakui UNESCO - Tempat Wisata Keren SARASEHAN TENTANG WAYANG KULIT DAN ISLAM TERHADAP SENI BUDAYA Universitas Negeri Yogyakarta Desa Pilangsari Gelar Syukuran Mapag Sri Dengan Pagelaran Wayang Kulit - Portal Majalengka - Halaman 2 Warisan budaya diakui negara lain, apa yang bisa negara lakukan? — The Finery Report Wayang adalah warisan budaya bangsa indonesia yang perlu wayang saat ini - Workshop and Performing Tour Wayang Suket Indonesia JAVA 2020 c Memberikan hak paten terhadap setiap kebudayaan yang milik bangsa indonesia, seperti lagu daerah, tarian,alat musik. d. Memperkenalkan dan mempromosikan tempat - tempat wisata di Indonesia. e. Membuat pameran - pameran produk Indonesia 2. Peran Masyarakat a.Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa Indonesia b.Mencintai produk Indonesia
Oleh Ani Rachman, Guru SDN Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi - Upaya pelestarian peninggalan budaya menjadi kebutuhan bagi bangsa Indonesia. Adapun salah satu budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan untuk saat ini adalah wayang. Hal ini karena sudah banyak generasi muda yang kurang berminat untuk menyaksikan pertunjukan wayang. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan wayang sebagai aset bangsa Indonesia adalah sebagai berikut Berkunjung Ke museum yang berkaitan dengan wayang Museum Wayang merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk berwisata berada di kawasan Kota Tua, Jakarta museum ini terdapat dua bentuk boneka dan wayang kulit, selain itu, terdapat beberapa koleksi, yakni koleksi boneka Unyil, wayang golek, wayang kulit, dan beberapa wayang dari daerah lain. Terdapat juga boneka yang berasal dari luar negeri seperti Belanda dan Rusia. Boneka Unyil merupakan boneka yang menjadi ciri khas wayang di museum tersebut dan ada juga wayang kulit yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia. Selain museum wayang di Jakarta, masih ada museum yang berkaitan dengan wayang di Indonesia. Museum tersebut antara lain museum wayang Indonesia yang terdapat di Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, museum Wayang Kekayon terdapat di Yogyakarta, museum Wayang Sendang Mas terdapat di Banyumas, dan lain sebagainya. Dengan berkunjung ke museum yang berkaitan dengan wayang, kita juga bisa mendapatkan wawasan lebih mengenai dunia pewayangan yang saat ini mulai dilupakan terutama oleh generasi muda. Baca juga Jenis-jenis Wayang yang Populer di Indonesia Ikut menyaksikan pertunjukan wayang Saat ini, pertunjukan wayang sebagian besar masih dipentaskan di beberapa daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menghibur warga ketika ada acara hajatan atau pementasan budaya.
WayangAdalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Pertunjukan wayang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda, sehingga dikhawatirkan wayang tidak dikenal lagi di masyarakat Indonesia. Upaya pelestarian warisan budaya yang sesuai informasi tersebut adalah? mengajarkan wayang pada mata pelajaran bahasa Jawa
r7BbY.
  • 3ksvrlp457.pages.dev/5
  • 3ksvrlp457.pages.dev/261
  • 3ksvrlp457.pages.dev/373
  • 3ksvrlp457.pages.dev/102
  • 3ksvrlp457.pages.dev/341
  • 3ksvrlp457.pages.dev/318
  • 3ksvrlp457.pages.dev/57
  • 3ksvrlp457.pages.dev/47
  • wayang adalah warisan budaya bangsa indonesia yang perlu dilestarikan