Tafheem ul Quran Surah 13 Ar-Ra'd, Ayat 31-31 وَلَوۡ اَنَّ قُرۡاٰنًا سُيِّرَتۡ بِهِ الۡجِبَالُ اَوۡ قُطِّعَتۡ بِهِ الۡاَرۡضُ اَوۡ كُلِّمَ بِهِ الۡمَوۡتٰى ؕ بَلْ لِّلّٰهِ الۡاَمۡرُ جَمِيۡعًا ؕ اَفَلَمۡ يَايۡـئَسِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡ لَّوۡ يَشَآءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيۡعًا ؕ وَلَا يَزَالُ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا تُصِيۡبُهُمۡ بِمَا صَنَعُوۡا قَارِعَةٌ اَوۡ تَحُلُّ قَرِيۡبًا مِّنۡ دَارِهِمۡ حَتّٰى يَاۡتِىَ وَعۡدُ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُخۡلِفُ الۡمِيۡعَادَ ﴿1331﴾ 1331 And what would have happened were a Qur'an to be revealed wherewith mountains could be set in motion, or the earth cleft, or the dead made to speak?47 To show such signs is not at all difficult for everything rests entirely with So, do not the people of faith still look forward to such a sign in response to the demand of the unbelievers and despair as a result of knowing that had Allah so willed, He could have guided all to the Misfortune continues to afflict the unbelievers on account of their misdeeds, or to befall on locations close to their habitation. This will continue until Allah's promise of chastisement is fulfilled. Indeed Allah does not go back upon His promise. Notes 47. This verse has been addressed to the believers who were feeling uneasy that no such sign was being sent as was demanded by the disbelievers. They thought that such a sign would convince the disbelievers and they would accept Islam. Therefore when no such sign was sent, they became all the more uneasy for the lack of the fulfillment of the demand that gave rise to doubts about the Prophethood of the Messenger peace be upon him. The question posed in this verse is meant to remove that uneasiness of the Muslims. It is like this Do you think that they would have embraced Islam if such and such signs had been shown to them all of a sudden along with a Surah of the Quran? Are you under the delusion that they are quite ready to accept Islam and are waiting only for such a sign? Do you think that those people who have failed to see the light of the truth in the teachings of the Quran, in the phenomena of the universe, in the pure and spotless life of the Prophet peace be upon him and in the wonderful change in the lives of his companions, would see the light of the truth in the moving of the mountains, in the cleavage of the earth and in the coming out of the dead from the graves? 48. “But to Allah belongs the command entirely” and He can show any sign if He so desires. He is not showing any sign for it does not fit in the scheme laid down for the guidance of man. As the real object is to show guidance to mankind through the Prophet and not to compel them to believe in the Prophethood of a Prophet, He desires that the people should gain guidance by thinking and observing wisely and not by seeing signs. 49. That is, if the object had been to make human beings believers even without consciously understanding it, Allah could have created them believers by birth.
Ayatini terdapat dalam surah Adz Dzaariyaat. Surah Az-Zariyat (Arab: الذاريات ,”Angin Yang Menerbangkan”) adalah surah ke-51 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat. Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ اَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا تُصِيْبُهُمْ بِمَا صَنَعُوْا قَارِعَةٌ اَوْ تَحُلُّ قَرِيْبًا مِّنْ دَارِهِمْ حَتّٰى يَأْتِيَ وَعْدُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ࣖ 31. Dan sekiranya ada suatu bacaan Kitab Suci yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, itulah Al-Qur'an. Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki semua manusia beriman, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah penaklukkan Mekah. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.Rabu 15 Desember 2010. Ngomongin tentang Mother, Ibuk, Mama, Emak, Bunda, Mami, Mimi, Ummah, Ummi, Enyak, Mbok e gak bakalan ada habisnya. Jasanya luar biasa. Tapi kadangkala yang bikin ngenes itu kalo pas kita gak sependapat dengan beliau. Mo ngebantah takut dosa, mo diem mlulu juga salah.
وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ ۗ بَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ Dan sekiranya ada suatu bacaan kitab suci yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, tentulah Al Quran itulah dia. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki semua manusia beriman, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Ayat ini diturunkan ketika orang-orang kafir Mekah berkata kepada Nabi saw., "Jika engkau ini benar-benar seorang nabi, maka lenyapkanlah gunung-gunung Mekah ini daripada kami, kemudian jadikanlah pada tempatnya sungai-sungai dan mata air-mata air supaya kami dapat bercocok tanam, dan bangkitkanlah nenek moyang kami yang telah mati menjadi hidup kembali, untuk berbicara kepada kami." Dan sekiranya ada suatu bacaan yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat dipindahkan artinya dapat dipindahkan dari tempatnya yang semula atau dapat dibelah dapat dipotong karenanya bumi, atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara seumpamanya mereka dapat dihidupkan kembali karenanya, niscaya mereka tetap tidak akan beriman juga. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah bukan kepunyaan yang lain-Nya. Oleh sebab itu maka tiada beriman melainkan orang-orang yang telah dikehendaki oleh Allah untuk beriman, bukannya orang-orang selain mereka sekali pun didatangkan kepada mereka apa yang dipintanya itu. Sedangkan ayat selanjutnya ini diturunkan ketika para sahabat berkehendak untuk menampakkan apa yang mereka minta, karena para sahabat sangat menginginkan mereka mau beriman, yaitu firman-Nya Maka tidakkah mengetahui mengerti orang-orang yang beriman itu, bahwasanya huruf an di sini adalah bentuk takhfif daripada anna seandainya Allah menghendaki tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya kepada keimanan tanpa melalui mukjizat lagi. Dan orang-orang yang kafir senantiasa yakni penduduk Mekah yang kafir ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri yakni oleh sebab kekafiran mereka itu yaitu berupa malapetaka yang menimpa mereka dengan berbagai macam cobaan, seperti dibunuh, ditawan, diperangi dan paceklik atau bencana itu terjadi hai Muhammad terhadap pasukanmu dekat tempat kediaman mereka yaitu kota Mekah sehingga datanglah janji Allah yaitu memberikan pertolongan-Nya untuk mengalahkan mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji hal ini telah terjadi di Hudaibiah sehingga tibalah saatnya penaklukan kota Mekah. Mereka menuntut adanya mukjizat selain al-Qur'ân, padahal al-Qur'ân amat tinggi kedudukan dan pengaruhnya kalau mereka mau mencari dan tunduk kepada kebenaran. Kalau terbukti ada kitab suci yang dibacakan, lalu menggetarkan gunung hingga dapat bergerak dari tempatnya, atau membelah bumi, atau dapat membuat orang mati berbicara, itulah al-Qur'ân. Akan tetapi mereka keras kepala. Hanya pada Allah sajalah persoalan mukjizat dan pembalasan orang-orang yang ingkar. Dalam hal itu, Dia memiliki kekuasaan yang mutlak dan sempurna. Jika begitu keadaan orang-orang yang keras kepala, apakah orang-orang yang takut kepada kebenaran tidak putus asa dengan berimannya mereka, sementara keingkaran itu adalah atas kehendak Allah? Kalau Allah menghendaki memberi petunjuk kepada semua orang, tentu mereka semua akan berpetunjuk. Kekuasaan Allah sungguh amat jelas di hadapan mereka. Oleh karena itu, mereka masih terus tertimpa musibah yang amat besar, akibat perbuatan yang membinasakan itu, atau bencana yang turun di dekat mereka, sampai datang waktu yang telah ditentukan Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir
Dansekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah
Surat Ar Rad mempunyai banyak keutamaan menurut para ulama. Surat Ar Rad ilustrasi JAKARTA – Seluruh manusia tentu berharap bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang dari keluarga atau orang lain. Namun, bagi orang yang belum mendapatkannya dapat mengamalkan beberapa ayat suci dalam Alquran , di antaranya yang terdapat dalam surat Ar Rad. Dalam bukunya yang berjudul Rahasia Keutamaan Surat Al-Qur’an, Muhammad Zaairul Haq mengatakan, bagi yang belum mendapatkan cinta atau kasih sayang dari orang lain dan ingin mengusahakannya melalui doa, maka dapat mengamalkan penggalan ayat ke-31 dari surat Ar Ra d. Untuk cara mengamalkannya, menurut Zaairul Haq, telah dijelaskan dalam kitab Syamsul Ma’arif sebagai berikut yaitu, membaca ayat berikut sebanyak tujuh kali. وَلَوْ اَنَّ قُرْاٰنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ اَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْاَرْضُ اَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتٰىۗ بَلْ لِّلّٰهِ الْاَمْرُ جَمِيْعًاۗ اَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ لَّوْ يَشَاۤءُ اللّٰهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا تُصِيْبُهُمْ بِمَا صَنَعُوْا قَارِعَةٌ اَوْ تَحُلُّ قَرِيْبًا مِّنْ دَارِهِمْ حَتّٰى يَأْتِيَ وَعْدُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ࣖ “Dan sekiranya ada suatu bacaan Kitab Suci yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau orang yang sudah mati dapat berbicara, itulah Alquran. Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki semua manusia beriman, tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sampai datang janji Allah penaklukkan Makkah. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.” QS Ar Rad 31 Setelah membaca surat tersebut, baru kemudian dilanjutkan dengan menyebutkan orang yang dimaksud. Sementara, jika ditujukan untuk semua orang, maka cukup diniatkan dan diucapkan untuk semua orang. “Insyaallah mustajab dikabulkan,” kata Zaairul Haq.Blogtrottr Dec 12 07:01PM nasheed - Social Mention Saze "TAR" ,yek saze kamelan asile irani va kamelan esraili ghom daraye farhange kohan va aslo nasab dari mibashand,israiliyan salha dar ghalamroye emperatooriye bozorge pars mizistand va daraye farhang va mooseghiye moshtarake enkar napaziri ba ma mibashand.man aslan be siasat kari
Tingkatyang atasnya lagi, adalah wara'ul muttaqqîn (wara' orang-orang yang takwa). Yakni meninggalkan perbuatan yang sebenarnya dibolehkan (mubah), karena kuatir kalau-kalau membahayakan, atau mengganggu keimanan, seperti bergaul dengan orang-orang yang membahayakan, orang-orang yang suka bermaksiat, memakai pakaian yang serupa dengan