TransformatorBerikut pernyataan tentang trafo 1 Trafo menggunakan tegangan DC from FIS 101 at SMA Negeri 4 Bekasi
3) Trafo yang dipasang pada generator pembangkit listrik adalah trafo step up. Jawaban yang benar adalah B. Soal UN fisika SMA/MA 2015/2016 No.35. Berikut adalah pernyataan yang berkaitan dengan trafo. (1) Transformator mengubah tegangan searah (2) Jika efisiensi trafo 100% maka daya listrik kumparan primer sama dengan kumparan sekunder (3Pengertian Transformator Step UpPengertian transformator step up adalah trafo yang berfungsi untuk menaikkan tegangan dari tegangan primer ke sekunder nya, walaupun tegangannya dinaikkan tetapi daya listrik dan frekuensinya tetap step up adalah salah satu jenis dari trafo yang paling banyak digunakan selain tentunya trafo step down penurun tegangan yang justru memiliki fungsi kebalikan dari step secara bahasa sendiri yaitu step up sendiri bisa diartikan sebagai menaikkan/ memperbesar sehingga dari namanya saja sudah bisa ditebak fungsi dari jenis trafo sederhana, untuk lebih jelasnya perbedaan trafo step up dan step down bisa dilihat pada gambar dibawah ini, perhatikan juga level tegangan pada lilitan primer dan sekunder masing masing trafo Prinsip Kerja Transformator Step UpPrinsip kerja transformator step up bekerja dengan memanfaatkan induksi elektromagnet sesuai hukum lorenzt dan faraday yang secara lengkap bisa dilihat pada artikel prinsip kerja kerja transformator berdasarkan pada induksi elektromagnetik yang terjadi saat pada lilitan primer diberikan tegangan AC/ listrik bolak balik yang selanjutnya akan timbul flux magnet pada inti trafo yang juga menginduksikan gaya gerak listrik/ GGL pada lilitan sekunder, idealnya daya yang diberikan ke coil primer akan sepenuhnya diteruskan ke coil kerja trafo seperti ini sama saja antara trafo step down maupun trafo step up, berikut animasi induksi magnet yang terjadi pada sebuah trafo Tegangan yang dihasilkan pada sekunder sangat bergantung pada besaran tegangan dan arus primer dan tentunya jumlah lilitan pada primer-sekunder, terdapat rumus untuk menghitung tegangan transformator yang bisa dilihat juga pada artikel berikut tentang rumus menghitung tegangan trafo Dimana Vp = Tegangan bagian primer dalam satuanVoltVs = Tegangan bagian sekunder dalam satuan VoltNp = Jumlah lilitan primerNs = Jumlah lilitan sekunderIp = Besaran arus bagian primer/ input dalam AmpereIs = Besaran arus bagian sekunder/ output dalam AmpereDengan mengetahui rumus diatas maka, cara kerja trafo step up adalah dengan memperbesar rasio lilitan yang ada pada primer dan sekundernya sehingga lilitan sekunder menjadi terdiri lebih banyak lilitan dibandingkan sisi primernya, dalam bentuk gambarnya sebagai berikut gambar dari E1 dan E2 pada gambar adalah tegangan, sedangkan T1 dan T2 melambangkan jumlah lilitan, bisa kita lihat bahwa T2 > T1 yang menyebabkan rasio tegangan antara E1 E2 menjadi 1 2 yang artinya tegangan sekunder adalah 2 kali lipat dari tegangan primer, ini persis seperti transformator step up mengubah tegangan 110 volt menjadi 220 Ciri Transformator Step UpSecara fisik sangat sulit untuk membedakan trafo step up dan trafo step down karena bentuknya memang sama dan tidak bisa dibedakan kecuali dengan melihat spesifikasi trafo tersebut, secara umum ciri ciri trafo step up adalah sebagai berikut Jumlah lilitan pada bagian primer trafo lebih sedikit jika dibandingkan dengan bagian sekundernya yang berarti Np IsFungsi Transformator Step UpPada dasarnya fungsi transformator adalah untuk mengubah tegangan dari level tertentu ke level yang diinginkan, dalam hal ini fungsi transformator step up adalah untuk merubah tegangan menjadi lebih Trafo Step Up Pada Transmisi ListrikDalam kelistrikan, transformator step up berfungsi untuk mendistribusikan/ mentransmisikan listrik PLN ke lokasi yang jauh. Secara teori, untuk mengalirkan daya listrik yang besar bahkan hingga hitungan Megawatt jutaan watt maka diperlukan juga penghantar yaitu berupa kabel tembaga yang berukuran sangat besar besar ukuran penampang kabel maka makin besar juga biaya yang diperlukan untuk mengalirkan listrik itulah digunakan jenis arus AC alternating current karena dengan menggunakan transformator maka pendistribusian arus listrik menjadi lebih efisien, makin kecil arus listrik maka makin kecil juga penampang kabel tembaga yang diperlukan, tetapi resikonya adalah tegangan harus dinaikkan. Hal ini sesuai dengan rumus daya listrik yaitu P = V x IDimana P adalah daya satuan watt, V adalah tegangan satuan volt sedangkan I adalah arus listrik satuan AmpereDaya listrik juga merupakan energi dan seperti yang diketahui bahwa energi bersifat kekal, dengan mengesampingkan nilai power loss / kehilangan daya maka energi listik yang masuk pada coil primer akan sama dengan energi listrik yang keluar dari coil sekunder, dalam bentuk gambar animasi bisa dianalogikan sebagai berikut Animasi cara kerja TrafoJika sobat belum memahami keterkaitan rumus diatas dengan fungsi trafo step up maka mari lakukan sedikit perhitungan matematika Misalnya kita memiliki daya listrik sebesar 10000 Watt yang akan dialirkan ke penghantar tertentu, untuk mudahnya dalam bentuk rumus misalnya kita masukkan tegangan 200 volt, maka nilai arus listrik yang dihantarkan sesuai rumus daya listrik diatas adalah 1000 Watt = 200 Volt . XMaka nilai X adalah 1000 dibagi dengan 200 yaitu 50, sehingga arus listrik adalah 5 AmpereUntuk mentransmisikan arus yang besar hingga 50 Ampere tentunya diperlukan kabel tembaga yang besar bukan ? solusi yang lebih efisien adalah dengan menurunkan arus listrik tersebut misalnya kita ingin menyesuaikan supaya ukuran kabel tembaga bisa dialirkan dengan kapasitas arus 5 Ampere saja, jika dimasukkan ke rumus yang tadi maka 10000 Watt = X . 5Dimana angka 5 merepresentasikan nilai ampere yang ingin dicapai, untuk mendapatkan nilai X yang merupakan tegangan maka nilai X adalah 10000 dibagi dengan 5 sehingga X adalah 2000 VoltBisa dilihat pada perbedaan perhitungan diatas bahwa kita tetap bisa mendistribusikan listrik dengan daya yang sangat besar tetapi dengan arus yang kecil, resikonya yaitu dengan menaikkan tegangan menjadi lebih juga alasan kenapa diperlukan SUTET / Saluran udara tegangan extra tinggi untuk mentransmisikan daya listrik dari PLN untuk jarak jauh yang tegangannya bisa hingga ratusan kilo volt seperti contoh dibawah ini Fungsi trafo step up tidak hanya digunakan pada transmisi listrik jarak jauh saja, namun kita juga bisa menemukan aplikasi transformator step up pada banyak alat alat elektronik lainnya yang dipergunakan sehari hari misalnya Fungsi Trafo Step Up pada MicrowavePada Microwave, terdapat part yang dinamakan Magnetron untuk mengubah energi listrik menjadi gelombang mikro frekuensi tinggi. Untuk bisa berfungsi magnetron memerlukan tegangan yang tinggi dangan arus yang cukup besar juga, berikut gambar cara kerja microwave Fungsi Trafo Step Up pada UPSPada UPS juga terdapat sebuah trafo step up yang biasanya disebut juga trafo inverter. Fungsi Trafo yang ada pada UPS bisa difungsikan sebagai step up maupun step down, karena pada saat listrik dalam keadaan normal tentunya diperlukan proses charging pada baterai kering di dalam UPS, berikut bentuk trafo inverter step up pada unit UPS Lebih jelasnya mengenai UPS bisa dilihat pada artikel tentang Cara kerja adalah sarana sharing teknisi yang berpengalaman di bidang elektronika dan kelistrikan serta banyak menulis artikel tentang instalasi, reparasi dan tutorial seputar dunia elektronika
Di dalam rumus matematik, transformator dihitung untuk mencari tegangan pada sebuah alat atau yang juga kerap kali disebut sebagai “trafo” merupakan satu dari puluhan alat yang penting pada saat memakai peralatan contoh, ketika kalian bermain game nintendo akan membutuhkan tegangan 80 volt namun tegangan listrik di dalam rumah mempunyai tegangan 110 volt, sehingga kalian akan membutuhkan transformator untuk mengubah transform listrik rumah sebesar 110 volt menjadi hanya 80 mengenai rumus transformator, simak ulasan berikut TransformatorBagian – Bagian TransformatorPrinsip Kerja Sebuah TransformatorPersamaan / Rumus TransformatorJenis – Jenis TransformatorEfisiensi TransformatorKerugian pada TransformatorContoh Soal TransformatorTransformator merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan tenaga listrik antara 2 buah rangkaian atau lebih lewat induksi contoh untuk menurunkan tegangan AC dari 220 VAC menjadi 12 VAC maupun menaikkan tegangan dari 110 VAC menjadi 220 bekerja mengikuti prinsip Induksi Elektromagnet serta hanya dapat bekerja dalam tegangan arus bolak – balik AC / alternate current.Di dalam pendistribusian tenaga listrik, trafo memiliki peranan yang sangat penting, sebab dapat menaikkan listrik yang berasal dari pembangkit listrik oleh PLN hingga ratusan kilo Volt untuk itu, trafo juga menurunkan tegangan listrik menuju tegangan yang dibutuhkan pada setiap rumah atau perkantoran yang pada umumnya menggunakan tegangan AC 220 – Bagian TransformatorSecara umum, transformator memiliki 3 bagian seperti berikutKumparan Primer Np adalah tempat masukkan tegangan mula – Sekunder Ns adalah tempat dialirkannya tegangan Besi inti magnetik terbuat dari bahan lapisan plat dinamo yang disusun berlapis – Kerja Sebuah TransformatorTransformator mengambil tegangan dari suatu listrik lalu mengubahnya menjadi listrik dengan tegangan yang dasarnya, trafo ini bekerja dengan cara mengubah tegangan dengan memakai 2 sifat listrik yang mengalir terhadap suatu kumparan akan memunculkan medan perubahan medan magnet fluks magnet akan memunculkan ggl bolak balik yang masuk di dalam kumparan primer kemudian akan menimbulkan adanya fluks magnet bolak -balik yang inti itu, fluks magnet bolak – balik akan melewati kumparan sekunder serta memunculkan ggl ggl induksi juga bergantung pada laju perubahan fluks serta jumlah lilitan didalam kumparan / Rumus TransformatorDi dalam transformator dapat dibuat suatu persamaan atau rumus matematik transformator sebagai berikutKeterangan rumus transformatorVp = tegangan di dalam kumparan = tegangan di dalam kumparan = banyaknya lilitan di dalam kumparan = banyaknya lilitan di dalam kumparan – Jenis TransformatorDilihat dari pengubahan tegangan yang dikerjakan, transformator dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda, diantaranya yaitu1. Transformator Step – UpMemiliki fungsi untuk menaikkan ataupun memperbesar tegangan bolak – balik pada suatu step – up memiliki ciri – ciri sebagai berikut iniTegangan di dalam kumparan sekunder lebih besar daripada tegangan di dalam kumparan primer Vs > Vp.Jumlah lilitan yang ada pada kumparan sekunder lebih banyak daripada kumparan primer Ns > Np.Arus di dalam kumparan primer lebih besar daripada arus listrik di dalam kumparan sekunder Ip > Is.2. Transformator Step – DownBerfungsi untuk memperkecil atau menurunkan tegangan bolak – balik dari sebuah step – down memiliki ciri – ciri sebagai berikut iniVp > > < dua jenis di atas, transformator juga memiliki beberapa jenis lainnya sepertia. Transformator IFTrafo IF atau juga disebut sebagai trafo Intermediate Frequency berfungsi untuk penguat frekuensi menengah yakni 10,7 MHz yang biasa digunakan pada radio penerima baik AM atau dapat menjumpai trafo jenis ini pada radio Transformator PulsaTrafo pulsa didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang material inti yang cepat jenuh, menjadikan setelah arus primer mencapai suatu titik tertentu, yang mana fluks magnet akan berhenti GGL induksi di dalam lilitan sekunder cuma terbentuk, jika terjadi perubahan fluks magnet, maka transformator cuma akan memberikan keluaran ketika inti tak jenuh yakni ketika arus pada lilitan primer berbalik Transformator Adaptor / Power SupplyBerfungsi untuk mengubah tegangan dari arus AC menuju arus DC yang banyak digunakan dengan pilihan tegangan serta arus yang yang digunakan dalam adaptor termasuk jenis step down yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari jarak listrik PLN menuju perangkat elektronika sesuai Transformator AutotransformatorTransformator jenis satu ini hanya memiliki satu lilitan aja yang mana sebagian lilitan primer adalah milik sekunder di dalam trafo jenis ini mampu dibuat dengan kawat yang lebih tipis daripada jenis yang penggunaan trafo ini yaitu memiliki ukuran yang lebih kecil serta risiko kerugian lebih rendah daripada trafo dua trafo jenis ini tidak dapat digunakan untuk menaikkan tegangan listrik menjadi berkali – kali Transformator IsolasiMemiliki lilitan sekunder dengan jumlah yang sama dengan lilitan primernya, sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan pada beberapa desain yang lain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi jumlah jenis satu ini berfungsi untuk isolasi antara dua penerapan suatu audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan dengan Transformator Tiga FaseTransformator jenis ini terdiri atas tiga trafo yang saling terhubung secara lilitannya, di dalam kumparan primer pada umumnya dikaitkan secara bintang Y serta lilitan sekunder dikaitkan secara Transformator Autotransformator VariabelAutotransformator variabel merupakan autotransformator biasa yang sadapan tengahnya dapat diubah – ubah. Serta memberikan perbandingan lilitan primer – sekunder yang juga berubah – TransformatorEfisiensi merupakan suatu nilai yang menyatakan perbandingan antara daya masukan Pin dengan daya keluaran Pout.Nilai efisiensi pada transformator dirumuskan sebagai berikutKeteranganη = Efisiensi transformator %Ps = daya di dalam kumparan sekunder WPp = daya di dalam kumparan primer WIs = kuat arus di dalam kumparan sekunder AIp = kuat arus di dalam kumparan primer AJika efisiensi suatu transformator sama dengan 100% itu artinya daya listrik di dalam kumparan primer sama dengan daya listrik di dalam kumparan = Pp Vp Ip = Vs Is Vp/Vs = Is/IpSebab rumus transformatorVp/Vs = Np/NsSehingga rumus transformatorIs/Ip = Np/NsTransformator yang seperti itu disebut sebagai transformator efisiensi transformator kurang dari 100%, maka terdapat daya listrik yang hilang atau disebut sebagai rugi daya. Transformator seperti itu disebut sebagai transformator tidak daya yang hilang dirumuskan sebagai berikutPh = Pin – Pout = Pp – PsKeteranganPh = daya listrik yang hilang atau rugi daya WKerugian pada TransformatorAda banyak sekali kerugian yang terdapat pad Transformator/trafo, diantaranya sebagai berikut1. Kerugian KoplingKerugian yang berlangsung sebab kopling primer – sekunder tidak sempurna, sehingga tidak seluruh fluks magnet diinduksikan primer memotong lilitan satu ini dapat dikurangi dengan cara menggulung lilitan secara berlapis antara primer dengan Kerugian HisteresisKerugian satu ini berlangsung ketika arus primer AC berbalik arah. Hal tersebut disebabkan inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan jenis ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi Kerugian TembagaKerugian I 2 R di dalam lilitan tembaga yang disebabkan adanya resistansi tembaga dan arus listrik yang mengaliri Kerugian Kapasitas LiarKerugian ini disebabkan kapasitas liar yang terdapat di dalam lilitan – lilitan ini dapat mempengaruhi efisiensi transformator dalam frekuensi dapat dikurangi dengan cara menggulung lilitan primer dengan sekunder secara semi – Kerugian Arus EddyKerugian ini disebabkan GGL masukkan, yang memunculkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet serta membangkitkan adanya fluks magnet yang berubah berlangsung tolakan fluks magnet di dalam material dapat dikurangi jika digunakan inti berlapis – Kerugian Efek KulitKonduktor lain yang selalu dialiri arus bolak – balik, namun arus ini cenderung mengalir dalam permukaan tersebut akan memperbesar kerugian kapasitas serta menambah resistansi relatif dapat dikurangi dengan menggunakan kawat Litz, yakni kawat yang terdiri atas beberapa kawat kecil yang saling pemakaian frekuensi radio, coba gunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga untuk ganti kawat Soal TransformatorUntuk lebih memahami ulasan di atas, berikut kami sajikan beberapa contoh soal transformator, antara lain1. Di dalam transformator tidak ideal, daya listrik primer 440 watt serta sekunder 400 watt. Hitunglang rugi daya dari transformator tersebut!JawabPh = Pp – Ps = 440 – 400 = 40 watt2. Seseorang ingin mengubah tegangan dari AC 220 volt menjadi 110 volt dengan sebuah transformator. Tegangan 220 volt tadi dikaitkan dengan kumparan primer yang mempunyai 1,000 lilitan. Kumparan sekundernya harus mempunyai jumlah lilitan ……JawabDiketahuiVp = 220 voltVs = 110 voltNp = lilitanDitanya Ns = …..?PembahasanVp/Vs = Np/NsNs = Vs/Vp x NpNs = 220/110 x = lilitan3. Suatu trafo arus primer serta sekundernya masing – masing adalah 0,8 A dan 0,5 A. Jika jumlah lilitan primer serta sekunder masing – masing adalah 100 dan 800, maka berapakah efisiensi trafo?JawabDiketahuiIp = 0,8 ANp = 1000Is = o,5 ANs = 800Ditanya Berapakah efisiensi trafo η …..?Pembahasanη = Is x Ns/ Ip x Np x 100%η = 0,5 A x 800/ 0,8 A x 1000 x 100%η = 400/ 800 x 100%η = 0,5 x 100%η = 50%Sehingga, efisiensi di dalam suatu trafo yaitu sebesar 50%.4. Di dalam suatu transformator memiliki kumparan primer dengan 1200 lilitan serta kumparan sekunder dengan 1000 lilitan. Jika arus primer 4 A, maka berapa kuat arus sekunder tersebut?JawabDiketahuiNp = 1200 lilitanNs = 1000 lilitanIp = 4 AmpereDitanya Kuat arus sekunder Is …..?PembahasanIs/Ip = Np/NsIs/4 = 1200/1000Is/4 = 1,2Is = 1,2 4Is = 4,8 AmpereSehingga, kuat arus sekunder yang dihasilkan sebesar 4,8 Efisiensi suatu trafo 60%. Jika energi listrik yang dikeluarkan sebanyak 300 J, berapakah energi listrik yang masuk ke dalam trafo?JawabDiketahuiη = 60%Ws = 300 JDitanya Energi listrik yang masuk ke trafo Wp?Pembahasanη = Ws/Wp x 100%60% = 300 J/Wp x 100%60% = 300 J/Wp x 100%6 = 3000 J/WpWp = 3000 J/6Wp = 3000 J/6Wp = 500 JSehingga, energi listrik yang masuk ke dalam trafo sebesar 500 J.
Sebelumnya, kita telah membahas 10 soal induksi elektromagnetik bagian 2. Kita akan lanjutkan 10 soal induksi elektromagnetik bagian 3. Berikut soal dan pembahasannya. Baca sebelumnya 10 Soal & Pembahasan Induksi Elektromagnetik bagian 2 ǀ Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang tepat dari pilihan di bawah ini. 21. Jika arus pada kumparan dinaikkan secara beraturan dalam 0 sampai 8 A dalam waktu 2 detik, maka akan menghasilkan ggl induksi sebesar 10 V. Jika kumparan tersebut dialiri dengan arus 2A, besarnya energi yang tersimpan di dalamnya adalah . . . A. 5 J B. 10 J C. 15 J D. 20 J E. 25 J Pembahasan *Besar induktansi diri ε = atau boleh ε = 10 = L = 2,5 H *Energi yang tersimpan di dalam kumparan jika dialiri arus 2 A W = 1/2 LI2 W = 1/2 2,522 W = 5 J Jawaban A. 22. Tongkat konduktor yang panjangnya 1 m berputar dengan kecepatan sudut tetap sebesar 20 rad/s di dalam daerah medan magnet seragam 0,2 T. Sumbu putaran tersebut melalui salah satu ujung tongkat dan sejajar dengan arah garis-garis medan magnet. Gaya gerak listrik yang terinduksi antara kedua ujung tongkat tersebut adalah . . . A. 1,0 V B. 1,5 V C. 2,0 V D. 2,5 V E. 3,0 V Pembahasan ε = 1/2 BL2 ε = 1/2 0,22012 ε = 2,0 V Jawaban C. 23. Kumparan rotor generator AC memiliki 100 lilitan dengan penampang luas 0,05 m2 dan hambatan 100 . Rotor diputar dalam medan magnet 2 T dengan frekuensi 50 Hz. Arus maksimum yang diinduksi-kan adalah . . . A. 15,5 A B. 20,1 A C. 31,4 A D. 42,6 A E. 50,0 A Pembahasan I = ε/R = NBA/R I = NBA/R I = NBA2πf/R I = 10020,05 I = 10 π I = 103,14 = 31,4 A. Jawaban C 24. Perhatikan pernyataan berikut. 1 Adanya arus Eddy 2 Kebocoran fluks magnet 3 Perbedaan tegangan pada kumparan 4 Perbedaan jumlah lilitan kumparan Pernyataan yang benar terkait efisiensi trafo yang tidak kurang 100% adalah. . . A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 2 dan 3 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 Pembahasan Kalimat “tidak kurang” berarti bermakna “pas”. Pernyataan terjadi untuk efisiensi pas 100% atau ideal sehingga penyataan 3 dan 4 dapat terjadi. Penyataan 1 dan 2 adalah kondisi dimana efisiensi kurang dari 100% atau tidak ideal . Jawaban E. 25. Efisiensi sebuah transformator adalah 75%. Hal ini menunjukkan bahwa . . . A. Kuat arus pada kumparan primer berbanding dengan kuat arus pada kumparan sekunder adalah 4 3 B. Tegangan pada kumparan primer berbanding jumlah lilitan pada kumparan sekunder adalah 3 4 C. Jumlah lilitan kumparan primer berbanding jumlah lilitan pada kumparan sekunder adalah 3 4 D. Daya pada kumparan primer berbanding daya pada kumparan sekunder adalah 4 3 E. Hambatan pada kumparan primer berbanding hambatan pada kumparan sekunder adalah 3 4 Pembahasan η = Ps/Pp x 100% = x 100 % = x 100 % Besar η = 75% akan terjadi jika Ps/Pp = 3/4 atau = 3/4 atau = 3/4 Jawaban D. 26. Trafo step-down memiliki pegangan primer 220 V dan tegangan sekunder 110 V. Pada kumparan primer mengalir arus 2 A. Jika trafo memiliki efisiensi 80%, maka daya yang hilang akibat panas atau penyebab lainnya adalah . . . A. 76 W B. 88 W C. 96 W D. 102 W E. 130 W Pembahasan *Arus sekunder dari persamaan efisiensi η = x 100 % η/100 = 80/100 = Is = 3,2 A *Daya yang hilang ΔP = Pp-Ps ΔP = ΔP = 2202-1103,2 ΔP = 88 W. Jawaban B. 27. Perhatikan gambar transformator ideal di bawah ini! Pada input dihubungkan sumber tegangan dan pada output dihubungkan lampu dengan kondisi lampu menyala normal. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah. . . A. jika lilitan sekunder diperbanyak, maka lampu akan menjadi terang B. jika lilitan sekunder dikurangi, maka lampu akan menjadi redup C. jika tegangan input diturunkan, maka lampu menjadi redup D. jika tegangan input dinaikkan, maka lampu menjadi redup E. jika jumlah lilitan primer dikurangi, maka lampu menjadi terang Pembahasan Perbedaan lilitan primer dan sekunder hanya mempengaruhi jenis trafo. Jika Np>Ns, maka trafo step-down. Jika Nppernyataan yang benar tentang transformator step up